Jumat, 25 Mei 2012

Cara Mengatasi Rasa Malu


Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. Orang-orang dengan sikap pemalu secara naluri menyimpan kesadaran kalau diri mereka terlewatkan dari orang lain. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial. Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian. Tapi bagi kamu yang memiliki sifat ini, tak perlu berkecil hati, karena pada dasarnya
ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh sifat yang merugikan ini. Sebenarnya, formula dari rasa malu terdiri dari ” Terlalu berpusat pada diri sendiri” dicampur dengan rasa gugup. Dan yang lebih tak menyenangkan saat rasa malu itu mempengaruhi fisik kamu dengan cara mengganggu ketenanganmu.
Untuk mengatasi rasa malu ini, yang kamu butuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Dibutuhkan usaha untuk mengarahkan diri supaya tidak terlalu berpusat pada diri sendiri, serta memberi kamu ruang untuk mempraktekan kemampuan bercakap-cakap. Dalam kebanyakan kasus, emosi yang memuncak dalam bersosialisasi membuat orang menanggapi berbagai kejadian dengan rasa takut. Untuk memulai mengurangi rasa malu, bagi kamu-kamu yang pemalu, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat kamu praktekan:
1.      Memikirkan cara bertindak
Pikirkan tentang cara kamu merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah kamu kenal, dimana kamu bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat kamu bertemu dengan kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri kamu memudar.
2.      Hindari terlalu memperhatikan diri sendiri
Kamu boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana kamu akan melewatkan perbincangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus kamu tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaanmu, kamu akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi kamu bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan kamu lebih tenang.
3.      Buat pertanyaan terbuka pada semua orang
Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbincangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari sekedar ya/ tidak.
4.      Berhentilah percaya pada imajinasi kamu
Mungkin kamu pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataannya jauh berbeda dari yang kamu bayangkan. Itu menunjukkan betapa tidak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikirkan orang lain tentang kamu, belum tentu sama persis seperti bayangan kamu.
5.      Berhentilah memikirkan ” Segalanya atau Bukan Apa-apa ”
Pemikiran ” pasti begini/ pasti begitu ” tertuang saat kamu mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi,  marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ekstrim. Bagi orang yang sedang marah akan berpikiran ” kamu salah ” dan ” mereka benar ” , dia juga melihat dirinya ” gagal ” sedang yang lain ” berhasil ”. Jadi berhentilah berpikir kalau kamu mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci kamu. Saat kamu merasa rileks dalam pergaulan sosial, kamu juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya kamu akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.
6.      Nikmati waktumu
Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dahulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaan kamu dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan kamu, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
7.      Gunakan latihan hipnotis
Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan instink/ emosi kamu dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh kamu dalam keadaan rileks sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu kamu merasa santai seringkali kamu akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya diri saat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.
Bagi kamu yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, kamu dapat mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu kamu akan lebih merasa percaya diri saat bertemu dengan orang-orang baru dalam pergaulan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar